Globalisasi Di Bidang Ekonomi

August 31, 2016 Add Comment
Globalisasi dalam bidang ekonomi dilihat dari sisi sejarah ada yang beranggapan bahwa globalisasi dimulai sejak imprealisme Barat di negara-negara Asia dan Afrika, di mana perusahaan perusahaan penjajah, seperti VOC yaitu perusahaan milik penjajah Belanda mulai menguasai ekonomi suatu negara. Jika hal ini dijadikan rujukan, kita memandang globalisasi dari sisi ekonomi ini dilihat dari kacamata subjektif dan cenderung menganggap globalisasi dalam bidang ekonomi adalah suatu hal yang negatif.

Globalisasi, Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi.
Globalisasi Di Bidang Ekonomi | http://www.mata-pelajaran.xyz

Globalisasi ekonomi yang membawa pengaruh negatif, ketimpangan, dan ketidakadilan dalam ekonomi dijawab oleh negara-negara yang sedang berkembang di Asia dan Afrika, yakni dengan dibentuk nya World Trade Organization (WTO). Tujuan WTO itu sendiri adalah agar negara-negara anggota dapat memperbaiki kondisi ekonominya yang terbelakang akibat bertumpu kepada ekspor bahan mentah. Negara-negara berkembang kemudian menindaklanjutinya dengan diadakannya pembicaraan Utara dan Selatan. Langkah ini menyebabkan perkembangan ekonomi yang luar biasa di Asia yakni dengan munculnya negara industri baru, misalnya Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Negara-negara tersebut dijuluki sebagai Macan Asia.

Negara-negara Industri baru ini kemudian mampu membanjiri produk-produknya di Amerika. Oleh karena itu, Amerika kemudian menggunakan WTO sebagai sarana politik ekonomi untuk menjamin barangbarangnya agar bebas masuk ke negara-negara yang sedang berkembang. Setelah itu, muncul perlawanan terhadap WTO yang telah dikuasai Amerika oleh ber bagai kelompok masyarakat di berbagai belahan dunia. Hal ini mengakibatkan, setiap kali diadakan pe rundingan WTO maka ribuan bahkan ratusan ribu massa berdemonstrasi menentang perundingan WTO tersebut. WTO itu sendiri seringkali melahirkan keputusan yang memihak negara-negara maju.

Bangsa Indonesia sebagai bagian dari perkembangan ekonomi dunia jelas merasakan ketimpangan dan ketidakadilan dalam ekonomi tersebut. Hal ini diperparah dengan kondisi bangsa Indonesia sendiri yang belum seratus persen keluar dari krisis ekonomi. Tercoretnya kita sebagai negara industri baru di Asia dan persoalan ekonomi di dalam negeri akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak yang sangat luas dalam kehidupan ekonomi nasional.

Krisis ekonomi nasional yang melanda Indonesia sedang diselesaikan oleh pemerintah dengan dibantu oleh badan ekonomi dunia, yaitu International Monetery Fund (IMF). IMF sebagai badan yang bertugas untuk membantu pemulihan ekonomi Indonesia belum memberikan obat mujarab agar Indonesia dapat bangkit kembali dari keterpurukan. Bahkan, tercatat beberapa kebijakan ekonomi IMF membawa dampak negatif, seperti privatisasi (swastanisasi) beberapa Badan Usaha Milik Negara yang ternyata merugikan negara. Selain itu, dampak positif yang diterima bangsa Indonesia dengan adanya perusahaan multinasional dari luar negeri tersebut dinilai masih sangat minim, walaupun banyak juga perusahaan multinasional yang memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Kita mungkin pernah mendengar kerusuhan massa di Papua dengan alasan ketidak adilan yang dirasakan masyarakat Papua terhadap pengoperasian PT Freeport. Meskipun Indonesia telah menggunakan teknologi modern dalam bidang produknya, tetap saja bangsa Indonesia belum mampu menghadapi gempuran produk luar negeri.

Hal ini terjadi karena penelitian dan pengembangan teknologi memerlukan modal yang sangat besar dan harus didukung oleh sumber daya manusia yang andal. Wajarlah apabila bangsa Indonesia saat ini hanya baru menjadi konsumen produk teknologi canggih. Mobil atau motor sekalipun belum dapat diproduksi oleh Indonesia. Perusahaan multinasional yang sudah beroperasi puluhan tahun dan telah mengambil keuntungan dari per daga ngan tersebut, belum melaksanakan pengalihan pengetahuan dan teknologinya kepada bangsa Indonesia. Globalisasi di bidang ekonomi ternyata memberi dampak positif juga terhadap ekonomi Indonesia. Indonesia terdorong untuk melakukan ekspor produk Indonesia ke luar negeri.

Namun bangsa kita tidak boleh menyerah dengan perlakuan yang tidak adil tersebut, melainkan harus bersatu dan bangkit menuju masyarakat adil dan makmur dengan didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki keimanan dan ketakwaan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel PPKN di atas tentang Globalisasi Di Bidang Ekonomi dapat bermanfaat serta menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen apabila dari artikel di atas ada beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya apabila dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih..

Dampak Negatif Globalisasi di Berbagai Bidang

August 30, 2016 Add Comment
Globalisasi membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia. Bagi kita yang harus dihadapi dari globalisasi adalah dampak negatifnya. Dampak negatif globalisasi bagi bangsa Indonesia di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya, yaitu sebagai berikut.

Globlaisasi, Dampak Globalisasi, Dampak Negatif Globalisasi, Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Ekonomi, Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Politik, Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Sosial Budaya.
Dampak Negatif Globalisasi di Berbagai Bidang | http://www.mata-pelajaran.xyz

1. Bidang Ekonomi

  • Masuknya perusahaan multinasional yang menyisihkan pengusaha nasional.
  • Sektor ekonomi yang mendapatkan subsidi semakin ber kurang sehingga koperasi sulit berkembang dan teknologi mendorong penyingkiran tenaga kerja manusia.
  • Kompetisi kualitas produk dan harga men dorong turunnya daya saing industri nasional.


2. Bidang Politik

  • Lunturnya nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan kerja sama.
  • Menguatnya nilai-nilai individual, oposisi, serta kekuatan massa dan modal.
  • Berkembangnya nilai politik Barat, seperti demonstrasi yang mengabaikan kepentingan umum.
  • Kekuatan politik global seringkali menjadi ancaman dalam pembuatan kebijakan negara.


3. Sosial dan Budaya

  • Berkembangnya budaya barat yang negatif melalui televisi dan internet.
  • Memudarnya nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat.
  • Berkurangnya kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap budaya daerah dan nasional.
  • Lahirnya gaya hidup individualistis (mementingkan diri sendiri), pragmatis (keuntungan diri), hedonis (kenikmatan), serta permisif (membolehkan hal yang dilarang), dan konsumtif.
  • Lunturnya kepedulian dan solidaritas sosial, seperti orang cenderung membiarkan tindakan kejahatan.


Pengaruh negatif dari globalisasi dapat juga kita rasakan terhadap lingkungan alam dan kesehatan. Globalisasi yang ditandai dengan industrialisasi akan menyebabkan gangguan bahkan kerusakan terhadap lingkungan. Misalnya, lapisan ozon sebagai pelindung Bumi dari sinar ultraviolet telah mengalami kebocoran dan kerusakan yang sangat luas. Hal ini disebabkan oleh industri yang membuang polutannya dengan bebas ke angkasa.

Kerusakan lingkungan jelas akan menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat. Misalnya, kejadian ledakan reaktor nuklir Chernobyl pada 1986 di Ukraina ternyata membawa dampak kesehatan yang luas terhadap masyarakat Ukraina dan juga dirasakan masyarakat Eropa. Bangsa Indonesia juga pernah diprotes oleh beberapa negara tetangga yang merasa dirugikan dengan kebakaran hutan dan pembakaran perkebunan yang asapnya sampai ke negara-negara lain. Kebakaran ini menyebabkan gangguan kesehatan dan gangguan transportasi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel PPKN di atas tentang Dampak Negatif Globalisasi dapat bermanfaat serta menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen apabila dari artikel di atas ada beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya apabila dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih..

Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

August 29, 2016 Add Comment
Globalisasi dapat juga membawa pengaruh dalam kehidupan sosial dan budaya. Derasnya arus informasi dan hiburan dari seluruh dunia yang diterima masya rakyat Indonesia telah berpengaruh terhadap pola peri laku tiap-tiap individu. Perubahan sikap dan perilaku individu akhirnya dapat mendorong perubahan tata nilai dalam masyarakat. Misalnya, mulai memudarnya semangat bergotong royong dalam masyarakat Indonesia karena adanya nilai-nilai individualisme.

Globalisasi, Dampak Globalisasi, Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya.
Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya | http://www.mata-pelajaran.xyz

Menurut Anthony Giddens beberapa pengaruh globalisasi dalam kehidupan masyarakat, yaitu sebagai berikut.

1. Meningkatnya Individualisme

Dikuasainya jaringan informasi, berita, dan hiburan oleh negara-negara barat yang cenderung sekuler akan membawa pengaruh terhadap nilai-nilai kebangsaan. Sekulerisme mengajarkan penekanan kehidupan dan kepentingan individu serta mengajarkan nilai-nilai kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat sehinga dapat meng ganggu kepentingan individu. Nilai-nilai yang mengatur tata kehidupan masyarakat yang tidak sesuai dengan kepentingan dan keinginan individu perlahan-lahan mulai longgar.

Masyarakat Indonesia yang dulu terkenal dengan sifat keramah tamahannya mulai terkikis dengan banyaknya film-film Barat yang mengajarkan untuk don't talk with stranger atau anak-anak jangan bicara dengan orang yang tak dikenal. Hal tersebut lambat laun akan menghilangkan nilai keramahan dalam tiap individu. Sifat indi vidualisme tersebut tumbuh karena adanya paham kapitalisme, yaitu paham yang lebih menekankan pada kekuatan modal ekonomi bukan pada nilai-nilai kerja sama, seperti yang diperlihatkan oleh masyarakat di pedesaan dan para nelayan.

2. Perubahan Pola Kerja

Manusia hidup untuk bekerja, inilah slogan yang sering di dengungkan oleh orang bijak. Jenis pekerjaan tiap-tiap orang tentunya berbeda bergantung pada kemampuan, sarana-prasarana, dan kesempatan pada setiap orang. Masyarakat Indonesia yang dikarunia Tuhan Yang Maha Esa alam yang subur dan indah serta laut yang luas dengan kekayaannya yang tak terkira, mendorong masyarakat Indonesia untuk bekerja dalam bidang yang cenderung sama, yaitu bertani bagi masyarakat desa dan menjadi nelayan bagi masyarakat yang hidup di tepi pantai.

Kemajuan teknologi membawa dampak baru bagi masyarakat, yaitu industri-industri yang maju dan modern. Industri yang didukung dengan ilmu pe ngetahuan dan teknologi yang tinggi jelas me muncul kan nilai keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, banyak lahan pertanian yang berubah menjadi pabrik maupun perkantoran modern. Anak-anak para petani tidak lagi mau menjadi petani, karena bertani kurang dapat mendapatkan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan bekerja dalam sektor industri.

Pemenuhan tenaga kerja dan berkembangnya tingkat kebutuhan masyarakat akhirnya mendorong perempuan untuk bekerja di luar rumah. Hal itu dulu dianggap tabu bagi wanita. Bahkan, ada beberapa perempuan menunda pernikahan atau menunda kehamilannya atau kalaupun ia melahirkan ia ingin cepat-cepat kembali dalam dunia kerja. Bekerjanya para perempuan di luar rumah membawa dampak terhadap fungsi dan peran orang tua di rumah.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perubahan yang besar dalam bentuk dan pola tata kerja. Pada saat ini ada kecenderungan orang untuk tidak bekerja lagi di kantor, tetapi bekerja di rumah dengan menggunakan fasilitas teknologi komunikasi, seperti internet. Pada saat ini kesuksesan tiap-tiap individu dalam mendapatkan pekerjaan harus didukung oleh keterampilan dan pengetahuan yang luas terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. Munculnya Budaya Pop

Perdagangan, teknologi informasi, berita, dan hiburan yang berkembang sangat cepat yang melintasi batasbatas negara me muncul kan keseragaman pan dangan masyarakat dunia. Kekuatan teknologi informasi yang dimotori oleh jaringan satelit dan internet meng giring manusia memiliki pusat informasi seragam. Kekuatan individu dan negara yang menguasai informasi tersebut jelas akan menciptakan persepsi dunia sesuai dengan keinginan pembawa pesan.

Selain itu, tiap hari kita disuguhi dengan hiburan-hiburan, seperti film, musik, dan acara hiburan lainya. Acara tersebut begitu dihayati oleh masyarakat Indonesia. Misalnya, anak-anak Indonesia sekarang lebih mengenal tokoh Superman, Batman, Doraemon, Kapten Tsubasa, dan tokoh kartun dunia lainnya diban dingkan dengan tokoh Gatotkaca, Petruk, Si Pitung, dan lainnya. Perubahan budaya paling jelas terlihat pada remaja sebagai konsumen utama industri hiburan dunia. Banyak remaja Indonesia bertindak dan berperilaku seperti Britney Spears, Christina Aguilera, atau Westlife.

Globalisasi yang digawangi oleh kekuatan perusahaan multi nasional dengan kekuatan iklan yang langsung diterima masyarakat dunia dapat menyeragamkan produk dan jasa di seluruh dunia. Keseragaman budaya dunia juga dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi dan industri. Tentunya, hal ini akan merugikan dunia karena menghilangkan identitas dan keragaman budaya dunia.

Hal-hal negatif munculnya budaya pop harus diwaspadai oleh bangsa Indonesia. Contohnya produk industri hiburan yang berbau pornografi harus diwaspadai karena dapat merusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Majalah porno yang di terbitkan di Amerika Serikat tentunya tidak layak untuk diterbitkan di Indonesia. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masya rakat Indonesia.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel PPKN di atas tentang Dampak Globalisasi dapat bermanfaat serta menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen apabila dari artikel di atas ada beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya apabila dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih..

Budaya Politif Partisipatif

August 26, 2016 Add Comment
BUDAYA POLITIK | Partisipasi berarti ikut serta dalam sebuah usaha bersama dengan orang lain untuk kepentingan bersama. Budaya politik partisipatif yaitu salah satu jenis budaya politik bangsa. Budaya politik partisipatif sebangun maupun selaras dengan sistem politik demokrasi. Ciri-ciri warga yang berbudaya politik partisipatif, antara lain yaitu antara lain.

  • Warga memiliki kesadaran untuk taat pada peraturan serta kebijakan yang dikeluarkan tidak dengan perasaan tertekan;
  • Warga menyadari asertaya kewenangan maupun kekuasaan pemerintah;
  • Warga memiliki kesadaran akan peran, hak, kewajiban, serta tanggung jawabnya selaku warga negara;
  • Warga memiliki pengetahuan serta kepekaan yang cukup pada masalah maupun isu-isu mengenai kehidupan politik negaranya; serta
  • Warga dapat serta berani memberi masukan, gagasan, tuntutan, kritik pada pemerintah.

Berdasarkan Ramlan Surbakti, partisipasi politik yaitu keikutsertan warga dalam politik maupun politik memengaruhi hidupnya. Ciri-ciri politik partisipatif yaitu antara lain.

  • Kegiatan itu diarahkan untuk memengaruhi pemerintah selaku pembuat serta pelaksana putusan politik.
  • Kegiatan yang berhasil (efektif) maupunpun yang gagal memengaruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik.
  • Kegiatan itu yaitu kegiatan maupun perilaku luar individu warga negara biasa yang dapat diamati, bukan perilaku batiniah berbentuk sikap serta orientasi. 
  • Kegiatan memengaruhi pemerintah dapat dilakukan baik melalui prosedur wajar (konvensional) serta tidak berbentuk kekerasan (nonviolence) bagaikan mengajukan petisi, mengikuti prosedur yang wajar serta tidak berbentuk kekerasan, bagaikan demonstrasi, mogok, serangan bersenjata.
  • Kegiatan memengaruhi pemerintah dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Kegiatan langsung berarti individu memengaruhi pemerintah tidak dengan menggunakan perantara, sesertagkan kegiatan tidak langsung berarti individu memengaruhi pemerintah melalui pihak lain yang dianggap dapat meyakinkan pemerintah.

Budaya Politik, Budaya Politik Partisipatif.
Budaya Politif Partisipatif | www.mata-pelajaran.xyz

Partisipasi yang baik yaitu partisipasi yang mendukung suksesnya usaha bersama. Kualifikasi partisipasi mendukung suksesnya usaha bersama. Kualifikasi partisipasi yang baik yaitu positif, kreatif, realistis, kritis-korektif-konstruktif.

  • Partisipasi positif yaitu partisipasi yang mendukung kelancaran usaha bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  • Partisipasi kreatif yaitu keterlibatan yang berdaya cipta, tidak hanya mengikuti begitu saja sebuah kegiatan yang direncanakan pihak lain, tidak hanya melaksanakan instruksi atasan, melainkan memikirkan sesebuah yang baru.
  • Partisipasi realistis berarti keikutsertaan dengan memperhitungkan kenyataan baik kenyataan dalam masyarakat maupun kenyataan mengenai kedapatan pelaksana kegiatan, waktu yang tersedia, kesempatan, serta keterampilan para pelaksana.
  • Partisipasi kritis-korektif-konstruktif berarti keterlibatan yang dilakukan dengan mengkaji sebuah bentuk kegiatan, menunjukkan kekurangan maupun kesalahan serta memberikan alternatif yang lebih baik.

Agar partisipasi itu dapat dilakukan serta berguna, ada beberapa hal yang mesti dipenuhi, antara lain yaitu antara lain.

  • kesediaan untuk ikut memikul beban serta akibat kegiatan maupun usaha bersama yang berbentuk tenaga, harta, serta bea, serta kesediaan untuk menikmati hasil kegiatan bersama itu;
  • kemauan serta kedapatan untuk ambil bagian dalam salah satu maupun beberapa tahap dalam proses kegiatan tertentu, dalam satu maupun beberapa aspek tertentu;
  • kemauan serta kedapatan untuk memahami seluk beluk usaha bersama yang sesertag maupun akan dilakukan.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel PPKN di atas tentang Budaya Politik Partisipatif dapat bermanfaat serta menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen apabila dari artikel di atas ada beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya apabila dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih..